Kolaborasi Kreatif IKOM & Farmasi UMM, Juarai Lomba Video Edukasi Kesehatan di UNDIP Semarang

Minggu, 14 Oktober 2018 18:09 WIB

Satu lagi prestasi mahasiswa Ilmu Komunikasi (IKOM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil ditorehkan dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Kali ini, karya kreatif kolaborasi mahasiswa IKOM dan Farmasi UMM berhasil merebut posisi pertama dalam kompetisi video nasional yang diselenggarakan LPM Publica Health FKM Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, (14/10). 
 
Kinka Dwirasti Radhani, anggota tim dari IKOM menyampaikan bahwa dengan persiapan yang beitu matang timnya merasa optimistis dapat menduduki peringkat pertama sebagai tambahan bonus usaha yang telah diperjuangkan selama ini. "Kami sangat antusias dan sungguh-sungguh menyiapkan kompetisi ini. Kami sangat bersyukur dengan hasil yang sebanding dengan usaha dan kerja keras kami. Dan kemenangan ini adalah bonus yang diberikan oleh Allah atas semua yang telah kami lakukan."  
 
Tim UMM yang beranggotakan Kinka Dwirasti Radhani (Ilmu Komunikasi), Dimas Fajar Aziz (Farmasi), dan Achmat Bagas Apriliyanto (Farmasi), telah berhasil mencapai babak akhir. Di babak akhir, UMM dipertemukan dengan 2 tim penantang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (Undip).
 
 
Penilaian karya berdasarkan empat hal, yakni; originalitas, kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan sekaligus kualitas video yang dibuat oleh para peserta lomba. Salah satu juri yang memberikan penilaian adalah Mahesa Nugraha dari NET Media Tama. 
 
Perlombaan kali ini mengusung tema "Kesehatan di Era Digital". Dari beberapa sub tema yang tersedia, tim UMM memilih tema "Sex Education pada Era Milenials". Tim Kolaborasi IKOM dan Farmasi UMM ini membuat video berdurasi 4 menit 54 detik dengan bahasa yang mudah dipahami.
 
Melalui video-nya tim ini berpendapat, perilaku anormal sex atau perilaku penyimpangan aktivitas sex di kalangan pelajar dapat diselesaikan dengan metode CURIN atau Curiculum and Information yang diselipkan di antara mata pelajaran sekolah dasar, hingga sekolah menengah. 
 
"Penyampaian sex education tersebut dapat didukung dengan pengarahan yang positif, penjelasan yang mendukung, tuntunan dari pengajar yang tidak menimbulkan efek negatif terhadap psikologi anak terhadap sex," jelas Kinka Dwirasti Radhani selaku pembicara kedua dari tim UMM dalam videonya.
 
Capaian ini membuktikan, bahwa kreativitas mahasiswa IKOM UMM tidak hanya dapat ditunjukkan melalui karya dan kemenangan dalam menjuarai kompetisi bidang komunikasi saja. Namun, juga dapat ditunjukkan melalui kolaborasi kreatif bersama mahasiswa prodi lain dalam menciptakan karya yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat lebih luas.
 
Editor: Widiya Yutanti

Shared: