Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang
Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang

Kommaksi 2017, Semua Mahasiwa Ikom Bisa Ikut Pameran dan Dapat Penghargaan

Author : Administrator | Sabtu, 19 Agustus 2017 07:36 WIB

Ketua Panitia Kommaksi 2017, M.Syaroni S

Gelaran apresiasi karya Prodi Ilmu Komunikasi akan segera dihelat lagi. Gelaran tahunan yang dinamakan Kommaksi diadakan sejak tahun 2013. Berarti saat ini Prodi Ilmu Komunikasi sudah menghelat Kommaksi ini sebanyak empat kali. Awalnya, Kommaksi adalah wujud apresiasi bagi karya mahasiswa yang mengikuti mata kuliah praktikum I, II dan III. Namun Kommaksi tahun ini akan sedikit berbeda dengan Kommaksi tahun-tahun sebelumnya. Perhelatan rutin tahunan Kommaksi kali ini bertajuk “Embrace The Nation”, seiring dengan semangat prodi untuk membumikan kembali semangat Cinta Indonesia. Isnani Dzuhrina, M.Adv, selaku dosen pendamping gelaran mengatakan, “Jika tahun lalu kita hanya memberikan penghargaan untuk peserta mata kuliah praktikum, tahun ini kita memberi award bagi seluruh mahasiwa Ilmu Komunikasi UMM yang mampu menghasilkan karya, baik itu karya dari matakuliah dasar fotografi, komunikasi grafis dan karya-karya yang lainnya,”ungkapnya. Apresiasi terhadap karya-karya ini adalah bentuk perhatian dan penghargaan prodi terhadap proses pendidikan pada mata kuliah yang bermuatan aplikatif.

Rencananya, dalam Kommaksi tahun ini akan ada tiga helatan besar yang digelar. Ada Exhibition, Awarding Night dan Sosmed Festival. Yang membedakan Kommaksi tahun ini dengan tahun sebelumnya selain apresiasi yang dilakukan untuk seluruh mahasiswa, juga tema yang diusung berbeda. “Tahun lalu kan temanya lebih ke pemasaran ya, bagaimana selling the product, promoting the product, lebih ke industri kreatif ya. Nah tahun ini kita fokuskan pada social movement. Nanti yang mengisi seminar pada gelaran sosmed festival juga orang-orang pengguna sosmed yang arahnya ke social movement. Kita ingin menunjukkan bahwa embrace the nation, membumikan semangat nasionalisme pun bisa dilakukan melalui social media dan hal itu sangat positif,” imbuh dosen lulusan Queensland University of Technology Australia ini. Selain itu waktu pelaksanaan Kommaksi tahun ini juga berbeda dengan tahun lalu. Jika biasanya Kommaksi digelar setiap bulan Mei, tahun ini pelaksanaannya diundur menjadi bulan September. Alasannya, selain agar lebih banyak karya mahasiswa yang bisa berpartisipasi, juga ditujukan agar momentnya pas dengan masuknya mahasiswa baru. “Sekaligus untuk menularkan semangat berkarya untuk mahasiswa baru angkatan 2017,” tandas Isnani.

‘Saya Berani Bicara Baik’, pun dipilih menjadi tagline campaign yang dibuat oleh panitia Kommaksi 2017. Berbicara baik khususnya di media sosial diyakini mampu menumbuhkan semangat mencintai negeri. “Saat ini etika berbicara di social media mengalami degradasi. Oleh karena itu kami berharap melalui Kommaksi ini kami mampu melakukan hal-hal baik, termasuk melakukan social movement dengan berani berbicara baik,”jelas M.Syaroni, ketua Kommaksi 2017.(wnd)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image