Sambut SKPI, Mahasiswa Komunikasi Terbitkan Tiga Judul Buku

Rabu, 10 Oktober 2018 15:19 WIB

Bangga:  Tiga editor dan penulis buku; Gelar Mahendra, Intan Rokhmatika dan Emil Meiriza memamerkan buku karyanya di depan wall of fame Prodi Ilmu Komunikasi UMM.

Revolusi proses pembelajaran menjadi tuntutan dan konsistensi di perguruan tinggi. Proses belajar mengajar yang hanya mengutamakan transfer ilmu pengetahuan dengan mengesampingkan ketrampilan dan penguasaan soft skill  sudah harus direvisi ulang. Pembelajaran berbasis karya menjadi tuntutan zaman untuk mempersiapkan anak didik memasuki dunia kerja.

Demikian benang merah sebagaimana dikatakan Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi sekaligus inisiator penerbitan buku mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di Program Studi Komunikasi UMM, proses belajar mengajar berbasis  karya telah diapresiasi penting. Tidak saja buku, tetapi juga film, foto, apresiasi praktikum,  dorongan untuk memenangkan lomba di kalangan mahasiswa baik secara nasional maupun internasional.
 
Pada semester genap 2007/2018, Prodi Ilmu Komunikasi UMM telah menghasilkan 3 buku karya mahasiswa penempuh mata kuliah Media dan Masyarakat. Buku itu antara lain; Harmoni Media dan Teknologi, Generasi Medi Demokrasi dan Media dan Munculnya Budaya Baru Masyarakat yang diterbitkan Prodi Ilmu Komunikadi dengan Leutika Prio Yogyakarta.
 
Editor sekaligus penulis buku,  Intan Rokhmatika Dwi Agusti, mengungkapkan kegembiraannya bisa membuat buku. Selama ini ia awam, dengan menerbitkan buku ia tahu betapa bangganya bisa menulis buku.
 
“Untuk saya pribadi, ini pertama kalinya saya menjadi penulis buku sekaligus editor buku. Saya menjadi tahu, bagaimana proses membuat buku hingga pada penerbitannya. Kita sebagai mahasiswa dapat menambah wawasan yang akan menjadi bekal kita setelah lulus nanti,”ungkapnya.
 
Hal sama juga diapresiasi Gelar Mahendra, “Salah satu karya yang pernah saya bikin yang awalnya tidak ada dalam pikiran  saya untuk membuatnya. Di saat ini mahasiswa di tuntut untuk menghasilkan suatu karya, peran belajar seperti ini di bilang baru dan unik. Jika biasanya kegiatan belajar mengajar hanya dapat di lakukan di dalam ruangan, kegiatan kali ini dapat juga di lakukan secara online bertemu dosen secara langsung sama halnya seperti skripsi”.
 
Selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, M. Himawan Sutanto, mengapresiasi baik proses belajar mengajar berbasis karya itu, “Kita akan terus pacu mahasiswa untuk berprestasi. Bahkan, kita upacarakan seperti acara Kommaksi yang baru saja dilaksanakan. Kommaksi itu kan gelaran apresiasi karya produk praktikum mahasiswa, disamping juga diadakan seminar dan workshop untuk mendorong mahasiswa berkarya. Bukan saatnya, mahasiswa hanya bangga dengan IPK saja”.
 
Saat diminta kesan dan pesan, editor sekaligus penulis dalam buku Media dan Munculnya Budaya Baru Masyarakat, Emil Meiriza Sulaiman, mengungkapkan bersemangat untuk terus berkarya. “Kesannya pasti senang karena  bisa menerbitkan buku. Itu adalah langkah awal saya untuk terus menulis dan berkarya. Tentu ada pengalaman unik.  Unik waktu menulis itu sehari sebelum deadline, jadi semalaman saya harus nulis 5 halaman”.
 
Ketiga buku karya mahasiswa angkatan 2015 ini merupakan karya mahasiswa Ilmu Komunikasi yang dimulai sejak angkatan 2007. Buku ini tidak saja membanggakan mahasiswa karena para penulis diberikan sertifikat untuk dijadikan pendukung dalam mengurus Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), tetapi juga Prodi, Fakultas dan kampus.  Tidak semua perguruan tinggi bisa menghasilkan karya mahasiswa sebagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM (gm).

Shared: