Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang
Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang

Saatnya Menjadi Pemburu Beasiswa

Penulis : Widiya Yutanti, M.A

Sebagai mahasiswa, sibuk dengan berbagai aktivitas perkuliahan dan organisasi/ klubs adalah suatu hal yang biasa. Akan menjadi luar biasa jika selama menjadi mahasiswa memiliki banyak prestasi dan mendapat kesempatan memperoleh beasiswa.

Beasiswa seringkali menjadi impian bagi banyak mahasiswa, baik bagi mereka yang sedang menyelesaikan studi maupun yang akan melanjutkan studi. Bagi sebagian besar mahasiswa, beasiswa tidak hanya diburu karena nominalnya. Pengalaman baru dan sebuah nilai kebanggaan juga merupakan daya tarik lain yang dapat diperoleh mahasiswa si penerima beasiswa.

Ada banyak lembaga yang memberikan beasiswa. Mulai dari lembaga kementrian negara, perbankan, perusahaan swasta, bahkan institusi charity, baik dari dalam maupun luar negeri. Beasiswapun banyak bentuknya, mulai dari yang berupa fresh money untuk waktu dan periode tertentu, tuition fee¸bantuanbiaya penelitian, seminar, short course, training dan masih banyak lagi.

Beasiswa biasanya diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi  tinggi baik di bidang akademik maupun bidang peminatan tertentu. Memang tidaklah mudah untuk memperoleh beasiswa. Biasanya semakin besar beasiswa yang diberikan oleh sponsor maka akan semakin kompetitif. Namun tidaklah mustahil bagi mereka yang bersungguh-sungguh, berprestasi dan beruntung untuk dapat memperolehnya. Bahkan ada sebuah pernyataan bahwa beasiswa tidak hanya diberikan kepada mereka yang berprestasi, namun juga kepada mereka yang beruntung.

Ada sebuah pernyataan yang menyebutkan bahwa “beasiswa itu seperti candu”, jika sekali saja anda memperolehnya maka anda akan ketagihan untuk memburunya. Tidak hanya besarnya nominal yang didapat, namun prestige dan pengalaman baru yang didapat ketika menerima beasiswa menjadikan alasan mengapa beberapa mahasiswa menjadi seperti kecanduan atau ketagihan untuk mengejar untuk mendapatkan beasiswa. Sebut saja Dila, seorang mahasiswi yang telah sering mendapatkan beasiswa dari beberapa sponsor dari dalam negeri. Dengan penuh semangat berburu beasiswa untuk short course di luar negeri. Sekali dua kali mencoba gagal, namun tidak menyurutkan niatnya untuk selalu mencoba dan mencoba. Hingga akhirnya sukses dalam sebuah kompetisi karya ilmiah yang berujung pada sebuah beasiswa short course gratis selama satu bulan di Eropa.

Ada banyak informasi beasiswa yang dipublikasikan secara terbuka di media-media seperti surat kabar, radio, televise dan media online. Bahkan belakangan ini banyak sms dan email yang dikirim oleh instansi tertentu menawarkan untuk memberikan berbagai macam beasiswa. Namun demikian, kita perlu menyeleksi lembaga sponsor yang menawarkan beasiswa. Tidak sedikit lembaga fiktif yang melakukan penipuan yang berkedok penawaran beasiswa. Untuk itulah, mencari informasi dan mengetahui tentang reputasi dan kredibilitas lembaga sponsor adalah sangat penting.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika anda akan mengirimkan aplikasi beasiswa, antara lain: perhatikan dan cari tahu lembaga sponsor yang menawarkan beasiswa (apakah memiliki badan hukum atau tidak), baca secara teliti dan seksama kualifikasi yang diminta, pelajari dengan baik rincian beasiswa yang akan diberikan, dan cek contact person dan alamat lembaga yang menawarkan beasiswa (fiktif atau benar-benar ada).

Sekali lagi saya ingin sampaikan bahwa untuk menjadi mahasiswa yang luar biasa maka anda harus berani mencoba untuk mendapatkan beasiswa. Tidak ada yang salah jika anda menjadi Scholarship Hunter, karena dengan selalu bersemangat untuk berburu beasiswa artinya anda juga akan selalu bersemangat untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun peminatan lainnya. Jika tidak dimulai sekarang kapan lagi? Jadilah pemburu beasiswa dan bersiaplah anda untuk ketagihan dibuatnya.  

 

 

Shared: