Lolos dari Ratusan Peserta, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Bawa Pulang Best Leader dari Program Internasional Tiga Negara

Berawal dari keberanian mengambil kesempatan, Fahmi Daud Ibrahim atau yang akrab disapa Fahmi berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berhasil lolos sebagai salah satu delegasi Semangat Muda Indonesia Youth Exchange 2026 setelah melewati seleksi ketat bersama ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam program yang membawa delegasi menjelajahi Singapura, Malaysia, dan Thailand tersebut, Fahmi berhasil meraih penghargaan Best Leader sekaligus mendapatkan predikat Best Team berkat berkolaborasi bersama timnya. Kesempatan mengikuti program internasional ini menjadi perjalanan panjang bagi Fahmi. Para peserta harus melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari tes pilihan ganda, wawancara kelompok, hingga wawancara personal. Setiap proses seleksi menunjukkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kesiapan dalam mengikuti program pertukaran internasional. Sebagai delegasi terpilih, Fahmi mendapatkan fasilitas program fully funded yang mencakup seluruh kebutuhan perjalanan. Mulai dari tiket pesawat, akomodasi hotel, konsumsi, hingga uang saku selama kegiatan menjadi tanggung jawab penyelenggara. Bagi Fahmi, pencapaian itu menjadi tanda bahwa peluang global tersedia bagi mahasiswa yang berani berusaha. Pengetahuan tentang komunikasi yang ia peroleh selama masa studi berfungsi sebagai aset berharga saat menjalani tahapan seleksi hingga melaksanakan tugasnya sebagai perwakilan. Menjelajahi Tiga Negara Melalui Diplomasi dan Pendidikan Program Pertukaran Pemuda SMI 2026 menawarkan kesempatan belajar internasional melalui serangkaian kegiatan diplomasi, pendidikan, dan budaya. Selama program ini berlangsung, para peserta melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan Kuala Lumpur. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman tentang hubungan bilateral, praktik diplomasi Indonesia, serta peran generasi muda dalam memperkuat interaksi antarbangsa. Aktivitas ini menunjukkan bahwa komunikasi memiliki peranan yang signifikan dalam meningkatkan hubungan global. Aspek pendidikan juga merupakan komponen penting dalam program ini. Fahmi dan delegasi lainnya berkesempatan untuk mengunjungi Universiti Malaya (UM) di Malaysia serta Prince of Songkla University (PSU) di Thailand. Pada saat kunjungan tersebut, mereka terlibat dalam diskusi akademik dan berbagi pengalaman mengenai kemajuan pendidikan serta inovasi di kalangan mahasiswa secara global. Salah satu pengalaman paling tak terlupakan bagi Fahmi terjadi di Prince of Songkla University. Ia dan peserta lainya secara kebetulan bertemu dengan mahasiswa UMM yang tengah menjalani studi di universitas itu. Pertemuan ini menjadi kesempatan yang memperkuat ikatan antar mahasiswa UMM dan sekaligus menunjukkan luasnya jaringan akademis UMM di berbagai belahan dunia. Selain kegiatan diplomasi dan pendidikan, para delegasi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal budaya lokal dengan mengunjungi berbagai tempat ikonik seperti Jewel Changi, Merlion, Batu Caves, Pasar Seni (Central Market), Sleeping Buddha, hingga Pantai Samila. Menurut Fahmi, rangkaian kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya komunikasi antarbudaya. “Komunikasi antarbudaya yang efektif bukan hanya tentang kemampuan menggunakan bahasa, tetapi juga tentang empati dan keterbukaan pikiran untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Kepemimpinan Berbasis Empati Antar Fahmie Raih Best Leader Penghargaan Best Leader yang diraih Fahmi merupakan hasil dari proses kolaborasi yang erat bersama anggota tim selama jalannya program. Ia menerapkan gaya kepemimpinan yang menitikberatkan pada komunikasi dua arah serta keterlibatan aktif setiap anggota. Menurut Fahmi, seorang pemimpin harus terlebih dahulu menjadi pendengar yang baik sebelum mengambil keputusan. “Saya berusaha menyelaraskan berbagai ide anggota agar setiap orang merasa dihargai,” ungkap Fahmi. Pendekatan tersebut diimplementasikan dengan sistem kolaborasi juga yang kuat hingga berhasil meraih penghargaan Best Team. Penghargaan tersebut diperoleh melalui proyek sosial berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang dinamakan SILAT (Smart Inclusive Learning). SILAT Adalah Sebuah ide yang dirancang kelompok untuk menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia. Sebuainovasi platform pendidikan adaptif dan inklusif yang dirancang untuk membantu guru, pemuda, dan orang tua menciptakan proses pembelajaran yang lebih mudah diakses. Fahmi dipercaya menjadi perwakilan kelompok bersama Soraya untuk mempresentasikan solusi tersebut. Melalui presentasi itu, ia bersama tim menunjukkan bahwa kolaborasi generasi muda mampu menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Siti Nur Azizah, S. E. , M. Si. , yang merupakan inisiator program, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pencapaian para delegasi. Ia menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai wadah bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, dan memperluas pemahaman global. Muhammad Randa Setiawan sebagai pendamping program juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Fahmi selama mengikuti rangkaian kegiatan. “Harapan kami kedepannya kak Fahmi sebagai alumni fully funded terus bisa menebar kebaikan dan semangat baru bagi delegasi2 berikutnya” jelas Randa. Prestasi Fahmi dalam SMI Youth Exchange 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM memiliki kemampuan untuk bersaing di kancah global. Dengan keberanian memanfaatkan peluang, kemampuan membangun komunikasi, dan semangat kolaborasi, mahasiswa mampu membawa gagasan serta kontribusi Indonesia ke tingkat internasional.(DA)