Selain Teknis AV, Film Butuh Seni Akting

Dalam dunia audio visual (AV) utamanya film selain teknis produksi, seni akting menjadi salah satu hal yang penting untuk mencapai kedalaman pesan yang ingin disampaikan oleh sineas. Sabtu lalu, (15/02/2025) ratusan praktikan Audio Visual (AV) 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempelajari secara lebih dalam topik tersebut. Mereka belajar bagaimana pentingnya pemahaman karakter, teknik, dan kolaborasi antara aktor dan sutradara dalam menciptakan film berkualitas tinggi yang memikat penonton. Pemateri yang juga Direktur Act School Malang Muhammad Leo Zaeni mengajak para praktikan berdialog masalah seni akting. “Seni akting dalam film merupakan bentuk ekspresi kreatif yang menghidupkan karakter dalam sebuah cerita melalui teknik dan keterampilan untuk menyampaikan emosi, perasaan, serta Tindakan,” kata Leo memantik. Lebih dari sekadar berbicara dialog, lanjut Leo, seni akting menuntut pemahaman mendalam tentang latar belakang dan motivasi karakter serta hubungan mereka dengan karakter lain. Selain akting, Leo juga menyampaikan pentingnya pera sutradara dalam menentukan kualitas sebuah film. Dalam hal ini sutradara memiliki peran saat proses casting dan pengembangan akting aktor. “Akting yang kuat dapat mengangkat sebuah film menjadi lebih dari sekadar hiburan, menjadi karya seni yang menyentuh hati dan menginspirasi,” ujar Leo. Kuliah perdana ini menjadi kelas pengenalan mahasiswa AV Angkatan 2022 dalam memahami secara mendalam seni akting untuk menunjang projek film yang akan dikerjakan mereka selama satu semester. (sgt)

Berbagi Pengalaman Produksi Konten Kreatif dengan Praktisi

Kuliah perdana praktikum Audio Visual (AV) 1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menandai dimulainya perjalanan mahasiswa angkatan 2023 dalam memahami proses kreatif produksi konten media berbasis audio visual. Berlangsung secara daring, Sabtu (15/02/2025), kuliah bertajuk Promotion Strategies for TV Programs in The Digitals Era: Buliding Identity and Creating Engagement ini bertujuan untuk memberikan pengenalan mendalam tentang proses produksi konten kreatif, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Tak hanya sekedar belajar, mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari praktisi ahli di bidang media dan produksi konten. Mereka membagikan pengalaman serta strategi dalam menciptakan konten yang relevan dan berdaya saing di era digital. Pemateri kuliah adalah Bayu Adi Prabowo, praktisi yang kini tengah berkarier menjadi Motion Designer Promotion Department, RCTI. Dengan pemahaman yang lebih luas mengenai produksi konten audio visual yang disampaikan langsung oleh praktisi berpengalaman, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai jual di industri kreatif. Dosen koordinator praktikum Rahadi mengatakan jika praktikum ini adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis mereka dalam produksi konten media. “Kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya kreativitas dan kolaborasi dalam menghasilkan karya yang berkualitas,” ujarnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di industri media dan komunikasi. Dengan pendekatan praktis yang didukung oleh fasilitas lengkap di Laboratorium Audio Visual UMM, mahasiswa akan memiliki pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. (bar)