Awas Popcorn Brain! Kaprodi Komunikasi Ingatkan 4 Hal Ini

Saking banyaknya informasi yang masuk, otak sering tidak bisa menampung. Bagai jagung yang sedang dibikin menjadi popcorn dalam sebuah panci penggoreng, ia meletup-letup sehingga meluber ke mana-mana. Akibatnya, alih-alih menjadi nutrisi otak, fenomena pop corn brain justru mendistrak otak untuk bisa fokus. Demikian fenomena popcorn brain yang disampaikan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nasrullah saat membuka acara Infinity 2025, Jumat (28/02/2025) di Aula GKB IV UMM. Menurutnya, konten-konten media sosial yang muncul secara algoritmik membuat anak muda gampang kemasukan informasi baik berupa ide baru, tips, motivasi, hingga hiburan yang meluber secara instan. Otak kadang tidak sempat menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka bahkan tidak tahu mana yang penting dan yang tidak penting. Semua masuk begitu saja, silih berganti secara cepat. Nasrullah mengingatkan, mahasiswa Komunikasi UMM harus kritis dan memiliki self determinant menghadapi fenomena ini. Diperlukan empat kemampuan yang disebutnya sebagai 4C. Yakni, critical thinking, creative, communicative, dan collaborative. Oleh karenanya mahasiswa harus bisa selektif menerima informasi. “Jangan gampang terbawa arus dan ikut-ikutan. Otak harus diajak berfikir kritis, dilatih menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang tepat,” tambahnya. Dijelaskannya, acara Ikom Fun Activity ini menjadi momen yang tepat bagi mahasiswa untuk mewujudkan 4C itu. Mahasiswa Komunikasi UMM harus bisa memanfaatkan momen semaksimal mungkin. Lewat Infinity ini mahasiswa dilatih untuk berkompetisi, tetapi harus mengedepankan kolaborasi. Ini menjadi jalan pertama untuk menggapai masa depan, “Jadi manfaatkan sebaik-baiknya, sebab tidak semua mahasiswa punya kesempatan terseleksi dalam kompetisi ini,” tandasnya. Acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) UMM ini, dihelat sebagai ajang yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa Komunikasi UMM. Menjadi tahun keempat, Infinity tahun ini berbeda dengan acara tahun lalu. Dari segi tema besar, kata Ketua Pelaksana Infinity Farel Arisandy Setyawati, “Tahun ini kita lebih sesuaikan dengan arah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM),” ujarnya. Oleh karenanya, kata Farel, saat rangkaian kegiatan opening diberikan sosialisasi PKM sebagai pengenalan, serta 15 mata perlombaan. Infinity tahun ini akan digelar hingga tanggal 19 April. Pemenangnya akan dikirim ke kompetisi tingkat fakultas dan universitas, bahkan ke luar. (jan)