Pentingnya Sinektika untuk Perencanaan Jurnalisme di Media Digital

Mengawali semester baru sekaligus sebagai persiapan praktikum pertama, puluhan mahasiswa Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kuliah perdana, Sabtu (15/02/2025) di Mini Teater Lab Komunikasi. Kuliah perdana bertajuk Synetics as a Creative Approach in Digital Media Planning ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan melatih kesiapan para praktikan untuk menyelesaikan mata kuliah praktikum pertama mereka. Para mahasiswa angkatan 2023 itu belajar sinektika dari pemateri yang juga seorang Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Binus University Erik Armayuda. Ikut mendampingi dan mengisi dosen koordinator praktikum Aditya Dwi Putra Bhakti. Erik menjelaskan sinektika sangat penting digunakan dalam perencanaan media digital. “Mulai dari strategi visual media planning hingga pengenalan sinektika untuk keperluan visual media,” jelasnya. Dijelaskannya, sinektika sangat relevan digunakan untuk menyelesaikan tantangan praktikum jurnalistik di Komunikasi UMM yang kali ini berfokus pada riset dan perencanaan media digital. Selain itu, menurut Erik sinektika dapat menggabunngkan antara metafora dan analogi. “Mudahnya sinektika dapat diartikan sebagai menggabungkan hal yang berbeda untuk menjadikan satu kesatuan,” terangnya. Dalam perancangan media digital, lanjut Erik, dibutuhkan keunikan tersendiri agar dapat menjadi pembeda antara hasil produksi yang dimiliki dengan kompetitor lainnya. “Maka dari itu perlunya strategi yang matang dan keunikan tersendiri pada setiap karya yang dihasilkan,” tambahnya. Dengan terselenggaranya kuliah perdana ini, praktikan dapat memiliki ide kreatif seperti tagline Komunikasi UMM; Creative, Communicative, Collaborative, dalam menempuh mata kuliah praktikum semester ini. (zhr/fza)
Selain Teknis AV, Film Butuh Seni Akting

Dalam dunia audio visual (AV) utamanya film selain teknis produksi, seni akting menjadi salah satu hal yang penting untuk mencapai kedalaman pesan yang ingin disampaikan oleh sineas. Sabtu lalu, (15/02/2025) ratusan praktikan Audio Visual (AV) 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mempelajari secara lebih dalam topik tersebut. Mereka belajar bagaimana pentingnya pemahaman karakter, teknik, dan kolaborasi antara aktor dan sutradara dalam menciptakan film berkualitas tinggi yang memikat penonton. Pemateri yang juga Direktur Act School Malang Muhammad Leo Zaeni mengajak para praktikan berdialog masalah seni akting. “Seni akting dalam film merupakan bentuk ekspresi kreatif yang menghidupkan karakter dalam sebuah cerita melalui teknik dan keterampilan untuk menyampaikan emosi, perasaan, serta Tindakan,” kata Leo memantik. Lebih dari sekadar berbicara dialog, lanjut Leo, seni akting menuntut pemahaman mendalam tentang latar belakang dan motivasi karakter serta hubungan mereka dengan karakter lain. Selain akting, Leo juga menyampaikan pentingnya pera sutradara dalam menentukan kualitas sebuah film. Dalam hal ini sutradara memiliki peran saat proses casting dan pengembangan akting aktor. “Akting yang kuat dapat mengangkat sebuah film menjadi lebih dari sekadar hiburan, menjadi karya seni yang menyentuh hati dan menginspirasi,” ujar Leo. Kuliah perdana ini menjadi kelas pengenalan mahasiswa AV Angkatan 2022 dalam memahami secara mendalam seni akting untuk menunjang projek film yang akan dikerjakan mereka selama satu semester. (sgt)
Berbagi Pengalaman Produksi Konten Kreatif dengan Praktisi

Kuliah perdana praktikum Audio Visual (AV) 1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menandai dimulainya perjalanan mahasiswa angkatan 2023 dalam memahami proses kreatif produksi konten media berbasis audio visual. Berlangsung secara daring, Sabtu (15/02/2025), kuliah bertajuk Promotion Strategies for TV Programs in The Digitals Era: Buliding Identity and Creating Engagement ini bertujuan untuk memberikan pengenalan mendalam tentang proses produksi konten kreatif, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Tak hanya sekedar belajar, mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari praktisi ahli di bidang media dan produksi konten. Mereka membagikan pengalaman serta strategi dalam menciptakan konten yang relevan dan berdaya saing di era digital. Pemateri kuliah adalah Bayu Adi Prabowo, praktisi yang kini tengah berkarier menjadi Motion Designer Promotion Department, RCTI. Dengan pemahaman yang lebih luas mengenai produksi konten audio visual yang disampaikan langsung oleh praktisi berpengalaman, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai jual di industri kreatif. Dosen koordinator praktikum Rahadi mengatakan jika praktikum ini adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis mereka dalam produksi konten media. “Kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya kreativitas dan kolaborasi dalam menghasilkan karya yang berkualitas,” ujarnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di industri media dan komunikasi. Dengan pendekatan praktis yang didukung oleh fasilitas lengkap di Laboratorium Audio Visual UMM, mahasiswa akan memiliki pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. (bar)
Memahami Design Thinking untuk PR yang Efektif

Design thinking menjadi bekal penting untuk merancang strategi public relations (PR). Sebab lewat design thinking, seorang PR consultant dapat memahami kebutuhan klien lebih akurat dan sesuai keinginan. Demikian salah satu poin diskusi yang mengemuka di kuliah perdana Praktikum PR 1 bertajuk From Insight to Impact: Applying Design Thinking to Understand Client Needs, Jumat (14/02/2025). Kuliah diikuti ratusan mahasiswa praktikan dengan menghadirkan praktisi sebagai narasumber, Andi Afrilliya Ani. Alumni Komunikasi UMM yang akrab dipanggil Lia ini adalah Marketing Communication dan Event Manager Hutan Cempaka Foundation. Ia memberi insight penting bagi mahasiswa Komunikasi UMM dalam merancang komunikasi efektif didampingi dosen pengampu praktikum Dr Frida Kusumastuti dan Maharina Novia Zahroh, MA. Lia mengurai ada lima tahapan utama dalam design thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Menurutnya penting untuk bisa memahami kebutuhan pengguna melalui observasi dan wawancara yang mendalam sebelum merancang solusi yang inovatif dan relevan. “Pendekatan design thinking membantu kita memahami kebutuhan klien secara mendalam dan menciptakan strategi komunikasi yang berdampak signifikan,” ungkapnya. Ia juga menunjukkan keahliannya dalam kolaborasi dan inovasi saat bekerja sama dengan Kebun Raya Purwodadi dalam menyelenggarakan event bertajuk “Bungah”. Acara buatannya itu bertujuan mengangkat potensi alam melalui kegiatan interaktif, seperti edukasi lingkungan dan berbagi pengalaman dengan masyarakat. Kesuksesan acara ini, lanjut Lia, tidak hanya membangun citra positif Kebun Raya Purwodadi. “Tetapi juga menunjukkan kemampuan seorang PR dalam manajemen acara, komunikasi strategis, serta membangun hubungan dengan berbagai pihak,” jelasnya. Frida mengatakan, melalui rangkaian kuliah dan praktikum seperti ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UMM terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran inovatif yang menghubungkan teori dengan praktik. Dengan langkah ini, harapnya, mahasiswa memiliki wawasan luas dan kemampuan adaptif terhadap kebutuhan serta perkembangan terkini dalam industri komunikasi dan hubungan masyarakat. Kuliah perdana kali ini dirancang untuk membekali praktikan untuk menyelesaikan tugas praktikum pertamanya selama satu semester ini. Mereka diberi pemahaman mengenai penerapan pendekatan design thinking dalam merancang strategi komunikasi yang efektif. (des)
The Art of Storytelling, Pikat Praktikan Event Management Public Relations

Mengelola sebuah event bukan hanya tentang teknis pelaksanaannya saja, tetapi juga tentang bagaimana event manager menyampaikan cerita yang kuat agar berkesan di benak audiens. Itulah topik Kuliah Perdana Praktikum Event Management, Jumat (14/02/2025) di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui kelas ini, ratusan mahasiswa peminatan Public Relations (PR) Program Studi Ilmu Komunikasi UMM belajar pentingnya storytelling dalam manajemen event. Tujuannya untuk memberi gambaran dasar sebagai bekal mahasiswa untuk menjalani praktikum berbasis real client di semester ini. Kuliah bertajuk The Art of Storytelling in Event Management ini menghadirkan Ahmad Faiz Firojabi, Founder Analogi Organizer yang juga seorang alumni sukses Komunikasi UMM sebagai narasumber. Faiz menekankan ada tiga hal utama dalam menyusun sebuah event yang tepat. Tiga hal itu adalah memahami product knowledge, target audiens, dan permasalahan yang dihadapi klien. “Jika kalian bisa memahami ketiga aspek ini, maka menentukan konsep event yang sesuai akan menjadi jauh lebih mudah,” jelasnya. Selain tiga hal itu, ia juga menyoroti pentingnya key message dalam setiap event. Menurutnya, keberhasilan suatu event tidak hanya diukur dari pelaksanaan di hari H, tetapi juga dari strategi yang diterapkan setelah acara selesai. “After event harus menjadi bagian dari strategi utama. Perlu ada evaluasi untuk memastikan apakah pesan utama yang ingin disampaikan sudah diterima dan dipahami oleh audiens,” tambahnya. Dijelaskannya, event yang baik adalah yang berhasil mencapai tujuannya. Aspek legalitas seperti Memorandum of Understanding (MoU) juga penting untuk diperhatikan, meskipun budget event terbatas. “MoU dapat menghindarkan kita dari risiko yang tidak diinginkan dan memastikan semua pihak memahami perannya masing-masing,” ujar Faiz menutup sesi pemaparannya. Sementara itu, dosen koordinator praktikum Jamroji juga menekankan pentingnya publikasi dalam keberhasilan event. Event dikatakan sukses, kata Jamroji, ketika tujuannya tercapai dan partisipan mendapatkan informasi yang jelas melalui publikasi yang dilakukan. “Pastikan publikasi kalian unggul, karena itu adalah salah satu komponen nilai terpenting dalam praktikum ini,” tegasnya. Melalui kuliah perdana ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM diharapkan dapat memahami konsep event management secara lebih mendalam serta mampu merancang dan melaksanakan event yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak positif bagi masyarakat. (lil/jan)