
Tidak hanya pandai berteori, sekarang ini menjadi mahasiswa juga harus melek digital dan harus siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa mendatang. Apalagi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi.
Hal ini disampaikan Direktur Center of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Damat saat melepas 40 mahasiswa program School of Creative Digital Communication (SCDC) Prodi Ilmu Komunikasi, Kamis (24/01/2025) di Aula GKB UMM.

“Dunia Usaha dan Industri (Dudi) yang akan ditempati mahasiswa ini menjadi laboratorium untuk mempraktikkan teori yang sudah didapatkan selama satu semester,” tandasnya. Damat menambahkan jika program SCDC masuk CoE UMM yang paling banyak diminati.
Pada batch ketiga ini, jumlah perusahaan yang disebutnya sebagai laboratorium itu bertambah dari 17 menjad 22 mitra, baik perusahaan swasta, BUMN, maupun institusi pemerintah.
Mitra magang kali ini ialah Sosialoka, LSF Republik Indonesia, Kemendikdasmen, Diskominfo Kota Malang, CMLabs, BPS Papua Barat, Diskominfo Kabupaten Malang, EJSC Malang, Smartway, Gramedia Basuki Rahmat, WOF Wooden, KLY, Arema Media, Uraga Malang, Radio Kosmonita, PT. Kosmetika Cantik Indonesia, PT Pelindo, Diaspora Cilacap, dan PROKOPIM Paser.

Mahasiswa akan menjalani internship selama empat bulan. Koordinator CoE SCDC Arum Martikasari menyebut jika sebelum melaksanakan magang ini mereka telah dibekali teori yang cukup. “Mulai dari critical thinking, design thinking, sampai corporate culture dan problem solving. Sehingga mereka sudah benar-benar siap secara teori. Tinggal praktiknya saja,” jelasnya.

Sama halnya Arum, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Muslimin Machmud menilai jika beruntung menjadi mahasiswa yang bisa belajar banyak di luar kelas. Jadi saudara-saudara, katanya, “Punya pengalaman lapangan melakukan praktik di dunia kerja melalui berbagai perusahaan mitra yang ada,” jelasnya.
Dijelaskannya, walaupun belajarnya di perguruan tinggi, bagi dunia industri tidak menilai calon pekerja dari hal itu. Tetapi harus mampu menunjukkan skill yang dibutuhkan.
Nah Komunikasi UMM dengan akreditasi internasional, lanjut Muslimin, “Menuntut mahasiswanya untuk mampu bersaing dan mengungguli lulusan-lulusan dari kampus lain,” jelasnya.

Sementara itu, saat memberi wejangan pada calon media sosial specialist itu, Ketua Prodi Komunikasi UMM yakin mahasiswanya adalah mahasiswa yang unggul.
“Tidak hanya creative, communicative, collaborative. Mahasiswa Komunikasi UMM sudah pasti memiliki kemampuan critical thinking dan juga competitiveness,” jelas Nasrullah yakin mahasiswanya siap di adu dengan mahasiswa kampus lain.
Kaprodi berpesan, agar mahasiswa magang memanfaatkan kemampuan media sosial secara maksimal di tempat magangnya. “Bukan hanya untuk branding, tapi social media juga for everything, yang positif dan produktif tentunya,” pesan Nasrullah. (jan)
