Tracer Study

Prodi Ilmu Komunikasi menggiring alumni untuk bekerja di berbagai sektor industri di bidang komunikasi. Kurikulum dirancang untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja (DUDIKA/Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja). Tracer study bagi alumni dan pengguna dilakukan secara berkala untuk mendapatkan data terkait tenaga kerja dan kemampuan kerja alumni. Hasil tersebut kemudian dijadikan dasar pemetaan kompetensi lulusan dan evaluasi kurikulum yang diterapkan dalam rangka update kebutuhan dunia kerja. Berikut ini adalah hasil kajian dari tracer study kepada alumni yang telah dilakukan oleh tim Prodi Ilmu Komunikasi.

 

Pengalaman Kerja dan Masa Tunggu Alumni

Program Studi Ilmu Komunikasi


Berdasarkan diagram di atas, dapat disimpulkan bahwa 55,3% alumni menyatakan langsung bekerja di instansi/perusahaan setelah lulus. Dengan mayoritas masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan kurang dari enam bulan adalah 42,9%. Daya serap yang tinggi dan masa tunggu kerja yang pendek bagi alumni menunjukkan bahwa sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diakomodasi dalam materi kuliah memberikan bekal yang dapat memenuhi kebutuhan industri.

 

Jenis Institusi / Bagan Pekerjaan


Diagram ini menunjukkan bahwa 28,6% dari mereka memutuskan untuk menjadi pengusaha di beberapa bidang usaha dan 21,4% bekerja di perusahaan swasta di sektor jasa. Besarnya prosentase dalam bidang kewirausahaan dikarenakan kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi yang menekankan pada kemampuan praktis sehingga dapat mendorong alumni untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri setelah lulus.

 

Diagram Kesesuaian Kerja dengan Bidang Ilmu Komunikasi


Kesesuaian kerja bidang Ilmu Komunikasi sebesar 83,3%, artinya desain kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi masih sangat relevan dengan kebutuhan industri. Ini merupakan output dari proporsi mata kuliah prodi yang terdiri dari 51% teori dan 49% materi terapan.

Shared: